Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Akibat kekurangan air tanaman cabai milik petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai mengering. Bahkan, sebagian tanaman itu ada yang mati. Selasa (23/10/2018).
Sebagaimana terjadi di Desa
Banyuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang. Hektaran tanaman cabai sudah mengering, itu lantaran sumber mata air yang biasa digunakan untuk menyiram sudah kering sejak tiga pekan yang lalu.
“Air sumur yang biasa digunakan untuk menyiram sudah menyusut. Mungkin karena sudah lama tidak turun hujan. Tapi kalau untuk kebutuhan masyarakat air masih mencukupi,” kata Moh Arman salah seorang petani cabai.
Dia menceritakan, harga cabai saat ini ditingkat petani Rp 12 ribu per kg, dibandingkan sebulan lalu sudah membaik. Sebelumnya harga cabai Rp 2-2,5 ribu per kg.
“Karena sumber air sudah mulai berkurang, terpaksa dibiarkan meskipun harga cabai lumayan bagus,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Usman Kholid memprediksi wilayah Sumenep baru akan turun hujan pada pertengahan November mendatang.
Oleh karena itu, dirinya memprediksi dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep ini turunnya hujan tidaklah bersamaan. Seperti halnya di wilayah Kecamatan Arjasa, Gayam, Kangayan, Nongungung, Raas, Sapeken, Bluto, Ganding, Guluk-guluk, Lenteng dan Kecamatan Pragaan masuk dasarian I-III November 2018.
“Sedangkan untuk Kecamatan Ambunten, Batang-batang, Batuan, Batuputih, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Giligenting, Kalianget, Gapura, Kota Sumenep, Manding, Pasongsongan, Rubaru, Saronggi dan Kecamatan Talango masuk dasarian I-II Desember 2018,” jelasnya. (red)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























