
MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID , BELITUNG ||
Serunya memancing di laut, sensasi dan tantangannya jauh lebih besar ketimbang memancing ikan di kolam yang cenderung statis karena lebih banyak dilakukan dengan duduk-duduk santai.Hal itu dilakukan Grup Pancing Jaoran Sintak ( GPJS ) Belitung.
“Jika bernasib mujur, memancing ikan di laut itu hasilnya lumayan banyak. Berpuluh-puluh kilogram dan bermacam macam ikan bisah dibawa pulang. “Ada kebanggaan tersendiri memancing ikan di laut itu. Terutama kalau pacingnya pas diangkat yang nyangkut ikan seberat belasan atau puluhan kilogram,” ujar Melky ketua GPJS kepada Media saat dijumpai kedatangan bersama Tim nya di Dermaga Baro, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, Jumat (10/5/2024).

Melky mengatakan, dirinya bersama rombongan sudah terbiasa memancing ikan dengan naik perahu hingga bermalam di laut. Lokasi pemancingan yang dinilai cukup strategis yaitu di sekitar Pulau Sumedang atau Selat Karimata.
“Sebenarnya ada juga lokasi pemancingan yang lebih strategis yaitu di sekitar Pulau Serutu. Tapi jaraknya lumayan jauh. Butuh 5 hingga 6 jam perjalanan,”ujarnya.
Melky juga menjelaskan, memancing di laut diakui dari segi pengeluaran biaya yang cukup besar. Sekali mancing, 24 jam biayanya mencapai lebih dari Rp 3 juta. Biaya terbesar untuk sewa perahu, tapi kalau yang memancingnya rombongan sampai 10 dan 13 orang, biayanya patungan per orang hanya Rp 200 Ribu.
“Sensasi memancing ikan di laut itu luar biasa nikmatnya. Hal itu karena ikan yang dipancing di laut merupakan ikan yang berasal dari alam bebas. Berbeda dengan memancing di kolam pemancingan, ikannya biasanya ditandur pemilik kolam,” tambahnya.
Lanjut Melky, selain itu sensasi lain yang didapat adalah tantangan arus air laut yang cukup besar, membuat senar sering berpindah-pindah tempat mengikuti arah arus air laut dan arah angin. Sensasi bagi pemancingnya juga berbeda dengan memancing di darat atau di kolam pemancingan yang cenderung duduk manis.
“Memancing di laut badan terasa diayun-ayun ombak yang naik turun. Bagi yang belum terbiasa memancing atau naik perahu di laut terkadang ayunan ombak itu bikin kepala pusing, perut mual bahkan sampai muntah-muntah karena mabuk laut,” terangnya.

Sementara Munzir menambahkan, Jika sudah mabuk laut mengatasinya bisa dilakukan dengan cara sederhana yang biasa dilakukan nelayan ketika mengobati nelayan muda yang baru diajak melaut. Caranya yaitu membasuh wajah dengan air laut sekaligus meminum sedikit air laut. Biasanya cara tradisionil itu sudah bisa mengatasi mabuk laut. Tapi jika masih belum membaik, sebaiknya minum obat anti mabuk laut yang banyak dijual di apotek.
“Meskipun sudah sering pergi – pulang memancing di laut, pemancing tetap memilih cuaca yang bersahabat, seperti ombak yang tidak begitu besar, hembusan angin tidak terlalu kencang. Ini demi keselamatan memancing ikan di laut,” jelasnya.
Untuk perbekalan, biasanya yang dibawa selain berkaitan dengan makanan juga obat-obatan, pakaian yang tahan angin seperti jaket, penutup kepala dan peralatan keamanan laut, jenis pelampung dan sebagai nya.”ujar Munzir Waka 2 GPJS , yang memiliki kekuatan Kulit berlapis tiga warna itu.
Humas GPJS Amin Silalahi, juga dengan senada mengatakan dengan , Memancing di laut tentu jauh sekali berbeda dengan memancing di air tawar. Karena kita memancing di lautan yang jauh dari daratan sehingga segala kebutuhan harus dipersiapkan dengan matang dan terencana.
Segala kebutuhan penting yang menunjang kegiatan memancing harus dibawa. Jangan sampai ada yang tertinggal satu pun di daratan. Karena jika sampai ada satu saja yang tertinggal maka memancing di laut akan menjadi “ambyar”.
Persiapan penting tersebut meliputi perangkat atau alat pancing yang utuh mulai dari joran, senar, reel, kail, umpan, dan lainnya yang merupakan bagian dari seperangkat alat pancing.
Alat pancing yang yang harus disiapkan jauh berbeda dengan alat pancing untuk memancing ikan di air tawar. Untuk itu para pemancing harus benar-benar memperhatikan hal ini jangan sampai salah pilih. Tentu untuk Tim GPJS sudah khatam akan hal ini.” Ungkap Humas GPJS yang biasa disapa dekat Lae itu. *Red
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























