SBB-Maluku, Hapsa Henaulu seorang ibu Janda yang telah memasuki usia 52 tahun, dengan jerih payah dan Kerja Keras ibu yang berasal dari Negeri Buano Utara Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku mampu menghidupkan Keluarganya hingga kini keberhasilan telah dirasakan.
Ibu yang memiliki 7 orang anak ini tidak gampang dalam mengait Rezeki untuk mampuh menghidupkan dan menyekolahkan anak-anaknya hanya dengan menjual sagu keliling namun dengan penuh semangat dan kerja keras, setiap saat ia menjual dagangan sagunya dari Buano Utara menyeberang pulau dengan menempuh waktu perjalanan kurang lebih 8 jam, menuju Pulau Ambon Kecamatan Jazirah Leihitu dan mengelilingi Desa Assilulu, Ureng, Negeri Lima, Larike dan Wakasihu.
Hasil dari dagangannya tak lain adalah untuk kebutuhan pendidikan anaknya dari semenjak duduk di bangku pendidikan SMP hingga menamatkan pendidikan tinggi di Universitas Pattimura Ambon.
Ombak dan derasnya arus lautan tidak menjadi penghalang bagi sosok ibu ini demi memperjuangkan pendidikan anaknya, karena baginya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kita sendiri mau untuk merubahnya.
Dengan kondisi kehidupan yang miskin, sosok ibu Hapsa ini harus berjuang keras agar kelak anaknya bisa menjadi orang yang berguna serta klak derajat keluarganya bisa diangkat dan keluar dari garis kemiskinan.
Siapa sangka Tuhan menjawab semua perjuangan dan penderitaan Ibu Hapsa atau yang disapa dengan nama Ibu Apu tersebut. Dimana anaknya yang ia perjuangkan pendidikannya dengan keras kini telah terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat masa jabatan 2019-2024 yang tinggal menunggu tanggal 25 September 2019 akan dilantik menjadi Anggota DPRD.
Yudin Hitimala adalah sosok putra dari Ibu Apu, politisi muda asal Partai HANURA ini, terpilih menjadi Anggota DPRD daerah pemilihan Kecamatan Huamual Belakang dan Kepulauan Manipa pada pileg tanggal 17 April 2019 lalu.
Yudin tercatat sebagai pencetus sejarah di daerah pemilihannya sebagai caleg pemula yang baru pertama kali nyaleg lansung lolos dan terpilih mendapatkan kursi Anggota DRPRD dan bahkan ia tercatat sebagai perai suara terbanyak melambung suara dari 84 rivalnya. Dari Ke 84 Rivalnya Hitimala mamapuh menyingkirkan beberapa Caleg yang tercatat sebagai incubent.
Dengan keterbatasan keuangan karena lahir dari keluarga yang tergolong miskin, Yudin menghabiskan sekitar 50 juta untuk cost politiknya dengan masa konsolidasi politik sekitar 2 tahun lamanya. Bahkan 2 minggu sebelum pemilihan keuangan yang ia miliki hanya 10 juta rupiah, padahal wilayah dapil yang merupakan wilayah kepulauan serta medan jalan yang tidak terhubung mestinya memiliki cost politik yang besar, akan tetapi sosok politisi milenial ini justru membalikan fakta dan keadaan.
Satu minggu menjelang pemilihan masyarakat berbondong-bondong bergotong royong untuk membantu Yudin Hitumala dalam menekan cost politiknya, dimana ratusan masyarakat ada yang memberikan/menyumbangkan berupa bahan per orang 1 slop rokok, 1 bantal tepung terigu, 1 kartun kopi kapal api, setiap 3 orang masyarakat pendukungnya berpatungan untuk menyumbangkan 1 karung gula dan bahkan uang sekalipun masyarakat berdatangan untuk memberi kepada Hitimala sosok politik Partai HANURA ini.
Bagi Yudin, ia tidak memiliki hutang/cost politik tapi ia memiliki hutang budi kepada masyarakat yang mendukungnya. Hal ini menjadi sejarah dalam perjuangan politik para politisi di Kabupaten Seram Bagian Barat pada khususnya dan Maluku pada umumnya. (J_01).
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























