BELITUNG_www.media-lintasindonesia.co.id_Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung menggelar Acara Maras Taun bertempat di kediaman Dukun Kampung setempat. Aggota Koramil 414-04/Membalong Babinsa Serda Yusup dan Serda Didik seizin Danramil -04/Membalong Kapten Inf Aziri hadiri acara tradisi adat kampung Rabu(01/05/2019).
Acara yang rutin digelar setiap tahunnya ini dipimpin langsung oleh Dukun Kampung Desa Tanjung Rusa Kecamatan Membalong, diawali dengan ritual membacakan Do’a selamat dan bersyukur kepada Allah SWT atas berlimpahnya rejeki baik dari hasil bercocok tanam, nelayan dan segala usaha yang digeluti oleh masyarakat khususnya masyarakat Desa Tanjung Rusa.
Bati Tuud Koramil -04/Membalong Pelda Parwoko seizin Danramil -04/Membalong Kapten Inf Aziri, menerangkan bahwa Acara Maras Taun Desa Kembiri ini terselenggara berkat kekompakan Masyarakat setempat dalam bergotong-royong ditambah dukungan dari Pemerintahan Desa Kembiri yang ikut serta membantu secara moril maupun materil.
“Seni budaya kampung kita ini perlu kita jaga dan kita lestarikan agar dapat dinikmati untuk generasi kita kedepannya dan untuk itu mari kita dukung agar kelesrariannya tetap terjaga. “Ucapnya.
Dalam kegiatan Maras Taun yang dilaksanakan langsung dikediaman Kik Dukun Tanjung Rusak tersebut dihadiri juga Bupati Belitung Sahani Saleh,S.Sos. Kadis Pariwisata, Camat Membalong yang diwakili Sekcam, Danramil Membalong diwakili Serda Yusub, Kepala Desa Tanjung Rusa, Tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Desa Tanjung Rusa beserta para tamu undangan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Dalam acara Maras Taun tersebut ada yang namanya makan bedulang, sebuah tradisi yang masih suka dilakukan oleh warga Belitung hingga kini.
Nasi bedulang disajikan lewat sebuah tampah yang ditutup tudung saji, didalamnya terdapat enam piring bersisi berbagai macam lauk pauk, ditengahnya terdapat magkuk berisi makanan berkuah. Satu paket nasi bedulang tersebut dusiapkan untuk 4(empat) orang.
Makan didalam tudung nasi bedulang itu bisa berbeda-beda dusetiap tempat, namun pada intinya makanan yang disajikan adalah yang benar-benar disediakan alam untuk warga Belitung dengab tradisi adat Belitung. “tambah Bati Tuud Parwoko kepada awak media rabu(01/05/2019. *(Indr4
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























