AMBON, Lintasindonesia- Anggota, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) asal Fraksi PDIP Kabupaten SBB, Jodis Rumahsoal mengapresiasi program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.
“Saya sangat mengapresiasi Pempus dan Pemprov lewat Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, yang telah mencanangkan program penghijauan seluas 150 Hektar di Negeri Neniari Kecamatan Taniwel ini,” ujar Rumahsoal, kepada media ini, Sabtu (15/2).
Rumahsoal mengakui, bahwa dirinya ditunjuk sebagai dewan pembina oleh Pemprov Maluku, melalui Dinas Kehutanan Pemprov, dalam mengawal proses kegiatan penghijauan yang berlangsung di negari Neniari Gunung ini.
“Penghijauan seluas 150 hektar, akan memberikan tenaga kerja diatas 500 hingga 1000 tenaga kerja,” paparnya.
Dikatakan, sesuai dengan anggaran yang cukup atau lumayan besar, yakni bisa mencapai Rp 4 Miliar hingga Rp 6 Miliar lebih, dapat diperuntukan untuk menanam berbagai jenis pepohonan yang bermanfaat yang punya nilai ekonomi tinggi.
“Untuk jenis pepohonan yang ditanam berupa anakan gaharu, damar (pohon Agatis), Lengua, Pala, Kemerin dan Lepohonan lainnya. Hal ini ditegaskan bahwa selama tiga tahun tanaman ditawat dan dipelihara dengan tujuan pengembangan hutan yang lagi gundul dan kosong,” jelasnya.
Menurut Rumahsoal, untuk program Kementerian Kehutanan yang dicanangkan di Negeri Neniari Gunung, Kecamatan Taniwel ini, merupakan bagian dari program menanam 1 juta pohon sesuai dengan program nawacita jilid II dan program Presiden Jokowidodo dan Wakil Presiden Moh Maruf Amin.
“Program ini dapat mempermuda usaha dan lapangan kerja masyarakat di daerah pegunungan karena program penghijauan ini dapat ditangani langsung oleh masyarakat yang bersifat soa kelola dan dalam jangka waktu tiga tahun dikembalikan untuk masyarakat setempat,” paparnya.
Olehnya itu, Rumahsoal berharap kedepan daerah pegunungan dapat dijadikan sebagai daerah perkebunan, kehutan, dan pertanian yang handal menjadi cadangan terbesar di Kabupaten SBB.
“Dalam tahun ini maupun tahun depan, banyak program pusat maupun daerah yang masuk di daerah pegunungan kecamatan Taniwel baik bersifat fisik maupun pemberdayaan sehingga perputaran uang yang masuk di daerah pegunungan kurang lebih di atas 30 miliar rupiah,” tambanya. (AT)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























