SBB,Lintasindonesia-
Jelang berlanjutnya aksi Jilid II di alun- alun Kantor Bupati dan DPRD SBB, terkait dengan tidak menerima kuputusan BPS ( BADAN PUSAT STATISTIK ) Kabupaten SBB, yang terkesan menebar data hoax (Berita Bohong) tentang batas ulayat Buano Utara dan Buano Selatan sehingga masyarakat besama Pelajar Dan Mahasiswa Buano Utara, antusias Gelar Aksi Penggalangan Dana di dalam desa sendiri pada Kamis (5/12/19).
Ali Lukaraja selaku Kordinator menyatakan
” Kami menilai seakan- akan di antara instansi saling melempar tanggung jawab serta belum mendapat kepastian serta kejelasan yang baik terkait persoalan pembagian luas wilayah antara Buano utara dan Buano Selatan maka hari ini, Kami sejumlah pelajar bersama Mahasiswa melakukan aksi penggalangan dana dari seluruh komponen lapisan masyarakat negeri buano utara untuk kelakuan aksi susulan atau Jilid II di kota Kabupaten SBB” Kecam Lukaraja
Sehingga itu” Kami mendesak pemerintah daerah kabupaten SBB untuk segera dan secepatnya merubah data hoax yang selama ini di pelihara pada intansi-intansi terkait, jika belum pastinya lewat gerakan demonstrasi kedepannya, yaitu AKSI JILID II.
Sebab menurut kami persoalan batas – batas wilayah antara kedua negeri sudah terbagi habis sejak zaman nenek moyang dulu, yang jelas negeri buano utara lebih besar dari buano selatan bukan sebaliknya, tapi yang dinyatanya pemerintah kabupaten SBB masih bergantung pada sumber data yang selama ini kami anggap proses pembohongan terhadap kami” Terang Ali
Lanjut – Lukaraja (Sang Korlap) ” Maka
lewat aksi penggalangan dana hari ini dari pelajar, mahasiswa dan pemuda buano, Kami telah mendapat dukungan yang luar biasa dari seluru lapisan masyarakat bahkan ibu -ibu , nenek – nenek dan kakek – kekek pun meminta hadir pada aksi jilid II nantinya.
Lewat aksi penggalangan dana ini pula masyarakat buano utara menaru harapan untuk terus mengawal dan menyuarakan sampai Pemda SBB mengambil langakah bijak dan menyelesaikan persoalan tersebut dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama kedepannnya. Dan disinggung juga bahwa jangan di pandang sebelah mata oleh pemda SBB mengingat karena persoalan hak ulayat, persoalan batas – batas wilayah ini bisa jadi terjadi konflik berkepanjangan. Untuk itu kami tegaskan bahwa dalam aksi jilid II kedepan ini kami akan datang dan duduki kantor bupati SBB dan DPRD SBB dengan jumlah masa yang lebih besar lagi. Kami akan terus melakukan demontrasi sampai data hoax tersebut di rubah oleh Pemda SBB. ” Kecam Lukaraja.
(AT/DK)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























