
Media-lintasindonesia.co.id,Jambi-Bungo—Pemerintah Kabupaten Bungo melakukan beberapa upaya dalam mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Bungo. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Di Kabupaten Bungo TPID kembali menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah
Agenda tahunan yang bertajuk High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kembali dilangsungkan pada Senin (20/12/21). HLM TPID kali ini mengusung tema “Menjaga Inflasi dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Masa Covid-19” yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Bungo.
Kegiatan HLM TPID ini dihadiri oleh Bupati Bungo H. MASHURI.SP.,ME,Ketua DPRD kab Bungo Jumari Ariwardoyo,Kadis Bappeda kabupaten Bungo H. Dedi Irawan SE,MM, Rektor UMB Prof. Dr, H. Syamsurijal Tan, Kepala BPS Jambi Agus Sudibyo M. Stat.Perum BULOG , Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Bapak Dwiki, perwakilan OJK Bapak Agus dan Bapak Persada dan Kepala Daerah se-Kabupaten Bungo beserta tamu undangan lainnya.
Dalam penyampaian arahannya Bupati Bungo H Mashuri, menyebutkan bahwa kegiatan HLM TPID ini menjadi usaha yang sangat strategis untuk menjaga stabilitas harga di Kabupaten Bungo apalagi dalam beberapa waktu kedepan akan memasuki Natal dan Tahun Baru. Sehingga perlu dilakukan tindakan kongkrit seperti melakukan tindakan operasi pasar untuk menekan kestabilan harga.
Dalam kegiatan tersebut Universitas Muara Bungo (UMB) juga ikut berperan sebagai Tim Pengendali Inflasi di Kabupaten Bungo dengan Menghasilkan Berbagai produk makanan berbahan dasar talas dan olahan kopi.

Saat di wawancarai Rektor UMB Prof. Dr. H Syamsurijal Tan, Dekan fakultas ekonomi Misra Yeni.R, S.E., MM, Dosen entrepreneurship Delila Fitri. H, S.E, MM dan juga sebagai Dosen penggerak penghasil produk. dan ibuk Eryasi Daryati S.E, M. Si.
Dalam wawancara Para Dosen menjelaskan produk yang di hasil kan para mahasiswa fakultas ekonomi berbahan dasar talas yang di olah menjadi tepung terlebih dahulu dan kemudian baru di olah menjadi berbagai jenis kue kering.
“Bahan dasar yang kami pakai adalah talas di olah menjadi tepung dan kemudian baru kami olah menjadi berbagai macam jajanan kue kering” Ujarnya.
Dan Misra Yeni juga menjelaskan Bahwa kue yang di hasilkan akan kami jadikan kue khas dari Kabupaten Bungo.
Para Dosen juga berharap dengan adanya kue atau jajanan yang di buat oleh para mahasiswa fakultas ekonomi bisa menjadi penunjang inflasi di daerah kabupaten Bungo.
Rektor UMB Prof. Dr.H Syamsurijal mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bungo H. Mashuri sudah mendukung UMB sebagai salah satu penggerak perekonomian di kabupaten Bungo.
(Dya)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























