Foto: Keadaan Rumput lapangan Bola Mini Badau, dan terdapat lobang Saluran air tidak tertutup kurang lebih satu meter dari garis lapangan Bola. ( fotoMli)
BELITUNG,MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID -||Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung, bidang peningkatan prestasi olahraga gelar pembangunan stadion mini Badau, Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.
Pejerjaan pembangunan Stadion Mini Badau terlihat di papan proyek, kegiatan yang masa pelaksanaan selama 190 hari kalender, bersumber Dana APBD Kabupaten Belitung dengan nilai Kontrak Pekerjaan sebesar Rp. 1.8 Milyar dikerjakan oleh CV. Amanah Bunda. Namun di plang tidak tertulis konsultan pelaksana.
Terlihat jelas dilokasi, Rumput lapangan Bola Mini Badau saat ini bnyak ditumbuhi rumput liar, tiang pagar memiliki tembok semen yang rusak akibat kurangnya campuran semen serta terdapat lobang di tembok siring penahan tanah, diakibatkan kurang nya padat saat pengurusan tanah.
“Menurut pantauan media dilapangan, proyek tersebut masih banyak yang kurang baik dari pengerjaan stadion mini tersebut.
Kepala Desa Badau merasa kecewa terhadap Stadion Mini yang dibangun diatas tanah seluas kurang lebih 4 Ha itu. Tanah yang dihibahkan pemerintah Desa Badau sesuai SK Bupati Belitung Nomor:188.45/219/Kep/BPKAD/2022.
“Saya pribadi kurang puas dengan Stadion ini, ada beberapa item penting atau fasilitas yang semestinya harus dimiliki yang berada di dalam area stadion, misalkan Jogging Track. Tidak hanya itu ada juga kekurangan dibagian Saluran Pembuangan air ( Got ) tidak ditutup tidak menutup kemungkinan akan membahayakan pengguna lapangan nantinya, “ungkapannya.

Setelah selesai proses pembangunan Stadion sampai sekarang tidak pernah dilakukan perawatan yang berkala. Masih bagus lapangan Bola Lama punya kita, jadi Sangat disayangkan jika Stadion yang sekarang berdiri tidak dirawat mengingat dulunya lokasi tempat berdirinya Stadion merupakan kebun buah Nanas yang cukup subur.
“Saya pribadi kurang puas dengan Stadion mini yang baru ini, masih bagus Lapangan Bola Lama punya kita, mana juga dari selesai pembangunan sampai sekarang, tidak pernah dilakaukan perawatan sama sekali, sehingga Stadion ini terkesan kamu dan pekerjaan terlihat amburadul,” Tambahnya.

Pembangunan Stadion Mini itu pada tanggal 28 April 2022 lalu sudah selesai dikerjakan dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan hingga 18 Juni 2024.
Stadion ini rencananya akan dipergunakan untuk kegiatan POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) yang akan digelar pada bulan Juli 2024 yang akan datang. Stadion Mini ini hanya akan digunakan untuk pertandingan Sepak Bola saja dan tidak ada sarana lain seperti atletik dan lainnya.
Kepala Desa Badau saat dijumpai awak media, mengungkapkan rasa kekecewaan yang mendalam dikarenakan pembangunan Stadion tersebut di duga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). PPK merupakan pejabat yang ditunjuk untuk melaksanakan Kewenangan dari pembangunan stadion mini Badau. Sukanya, S. AP bidang peningkatan prestasi olehraga, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan whatsapp, belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan. ( In )
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























