Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / KEPRI / Lingga / SALAH SATU PONDOK PESANTREN DI DABO SINGKEP KABUPATEN LIINGGA YANG DI AIR PANAS DIHUNI OLEH PREDATOR BUAS DAN SERAM

SALAH SATU PONDOK PESANTREN DI DABO SINGKEP KABUPATEN LIINGGA YANG DI AIR PANAS DIHUNI OLEH PREDATOR BUAS DAN SERAM

Lingga, Kepri. media-lintasindonesia.co.id.Berdasarkan informasi yang disampaikan beberapa narasumber.

Sangat tragis dan mengejutkan bahwa ada salah satu Pondok Pesantren (PONPES) yang dikenal dengan nama ”HUTAN TANFIZD HALIMATUSSA’DIAYAH” di Kabupaten Lingga, tepatnya berlokasi di Wilayah Wisata
Air Panas mempunyaiP Predator buas dan bejat.

Berawal cerita yang dipaparkan oleh salah seorang warga Dusun Setawar desa
Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat pada Rabu 31 Januari 2024 sekira pukul 11.00 Wib di sekretariat DPC AJO Indonesia Kabupaten Lingga bahwa ada kejadian dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku yang disebutkan juga sebagai Pimpinan Ponpes
Wilayah Wisata air Panas, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

“Ini baru dugaan bang ya, ada perbuatan cabul yang dilakukan oleh pimpinan Ponpes terhadap Santriwati nya. Dan saya ini datang menemani saudara saya jemput barang-barang anaknya di Ponpes, karena anaknya tidak mau lagi menjadi sebagai Santriwati di Pondok tersebut”, ucapnya.

Selanjutnya, masih dihari yang sama Rabu 31 Januari 2024 sekira pukul 16.30 Wib disampaikan lagi oleh narasumber lainnya dengan cerita yang berbeda namun masih terkait adanya dugaan perbuatan cabul terhadap Santriwati Ponpes.

“Kemarin anak Ponpes khususnya para Santri kabur meninggalkan Ponpes karena ketakutan diancam serta di intervensi oleh pihak Ponpes Hutan Tanfizd Halimatussa’diyah, disebabkan para Santri menggerebek dugaan perbuatan cabul yang dilakukan pimpinan Ponpes terhadap Santriwati nya, dan kalau tidak salah Santriwati nya asal dari Jambi usia lebih kurang 14 Tahun. Para Santri tersebut melarikan diri menerobos hutan kebun karet yang kemudian ikut Lori bak angkut sampah, hingga kemudian pulang ke rumah masing-masing orang tuanya”, ucap Nara sumber yang tidak mau namanya disebutkan disini.

Menanggapi aduan tersebut, selanjutnya melalui pesan aplikasi WhatsApp media ini, melakukan koordinasi dan komunikasi kepihak berwajib dalam hal ini aparat Kepolisian yakni Polsek Dabo Singkep, dan Polres Lingga, yang lebih berwenang untuk mendalami segala bentuk aduan informasi yang disampaikan beberapa narasumber terkait adanya dugaan perbuatan cabul yang terjadi di Ponpes Hutan Tanfizd Halimatussa’ Diyah.

Dan selanjutnya, berdasarkan hasil rekam informasi yang dihimpun dari beberapa sumber lainnya yang minta hak jati dirinya dilindungi, menjelaskan bahwa perkara dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oleh pihak Ponpes yang diduga sebagai pelaku yakni Pimpinan Ponpes dan pendiri Ponpes Hutan Tanfizd HALIMATUSSA’DIYAH iya ini sudah berlangsung lama yakni sejak tahun 2020 lalu.

“Kejadian ini bukan yang pertama bang, namun ini kejadian yang kesekian kalinya, yang mana berawal kejadian pada tahun 2020, hingga sekarang ini Santriwati yang menjadi korban ada delapan orang, malah yang lebih parah dan sadisnya lagi diantara kedelapan Santriwati korban ini, ada satu santriwati yang sekarang sudah menjadi alumni dipakai pendiri Ponpes dan pimpinan Ponpes”, jelasnya.

Tidak hanya itu saja kenapa persoalan dugaan perbuatan cabul ini meski sudah berlangsung lama tidak terungkap, berdasarkan hasil yang saya dapat langsung dari korban bahwa mereka dipaksa menandatangani surat pernyataan yang dibunyikan “Issue ini tidak benar, dan issue ini fitnah”, seakan begitulah bunyi pernyataan yang ditandatangani korban dibawa penekanan dan ancaman bang”, ujar narasumber, Jum’at sore (09/02/2024).

Mirisnya, lanjut narasumber kepada media ini tidak hanya mendapat ancaman dari para pelaku saja, namun pada saat para korban melaporkan peristiwa yang terjadi pada dirinya, kepala Sekolah Ponpes tidak menggubris sama sekali aduan korban dengan dalih yang terpenting kita belajar dulu utamakan ijazah kita, jika itu persoalannya nanti selesai mendapat Ijazah baru dibahas”, inilah yang membuat kami Geram seakan-akan kepala Sekolah Ponpes tidak terima aduan para Santriwati yang menjadi korban. Bahkan parahnya lagi malah korban (Santriwati-red) yang dicari-cari kesalahan, sehingga kesalahan yang kecil saja dijadikan besar, sementara untuk persoalan aduan para Santriwati yang persoalan menurut kami sangat fatal malah ditutup-tutupi kepala sekolah Ponpes,dan ini menurut pikiran kami bang, jelas sepertinya kepala Sekolah Ponpes ingin melindungi peebuatan para pelaku alias Predator buas yang ada di Ponpes tersebut.

Namun alhamdulilah juga bang kami sangat berterima kasih kepada pihak Kepolisian Polres Lingga kita yang saat ini sudah benar-benar mengusut kasus ini, karena kalau dibiarkan saya, dan teramat yakin pasti ada Santriwati lain jadi korban lagi, karena apalah artinya Ijazah jika jatidiri para Santriwati sebenarnya sudah hancur bang”, pungkas narasumber menjelaskan.

(Zul/Cnk/KS).

Check Also

Polri Presisi untuk Negeri, Polsek Dabo Singkep Berbagi untuk Lansia dan Anak Yatim

Media-lintasindonesia.co.id |Dabo Singkep Kabupaten Lingga media-lintasindonesia.co.id.Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Dabo …

Harumkan Nama Daerah Pemuda Dabo Singkep Raih Gelar Magister Hukum dengan Predikat Cumlaude

LINGGA media-lintasindonesia.co.id Kabarmembanggakan datang dari daerah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Seorang pemuda Farel …

Patroli Siaga Bencana, Bhabinkamtibmas Polsek Singkep Barat Antisipasi Banjir dan Cuaca Ekstrem di Wilayah Pesisir

Lingga media-lintasindonesia.co.id Sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem, Bhabinkamtibmas …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!