Nunukan,Lintas Indonesia. “Acara Pembukaan Iraw Borneo
Tidung bersatu di Desa Binusan,Kecamatan Nunukan,Kalimantan Utara(Kaltara),yang
pertama kali dilakukan dengan Empat Negara Sekutu,Indonesia,Malaysia,Filipina
dan Brunai Darussalam yang resmi dibuka oleh Asisten I Setprov Kaltara“Drs.H.Zainuddin
MZ”dirumah Adat Tidung pada Rabu(11/03).”
“Ribuan orang memadati area rumah adat untuk menyaksikan
acara pembukaan Iraw,pesta seni dan budaya yang mendominasi warna kuning
keemasan dan hitam,berbusana khas Suku Tidung sekaligus mencanangkan 101 Tahun Kabupaten
Nunukan dan peresmian Baloy(Rumah Adat)Tibung.”
Sekedar untuk diketahui pula bahwa,“ Iraw adalah sebuah even
tahunan dari perhelatan seni dan budaya Tidung yang digelar untuk lebih merekat
kan tali persaudaraan sesama wargaTidung, dalam even tersebut juga digelar berbagai perlombaan ketrampilan
maupun ketangkasan terkait seni dan budaya dari etnis asli Pulau Kalimantan.”
“Tujuan digelarnya Iraw Borneo Tidung
adalah,untuk semakin menumbuhkan rasa cinta dihati generasi muda
terhadap adat dan tradisi leluhur.“ Sehingga dalam menghadapi era modernisasi
yang tak mungkin ditangkal, generasi muda Suku Tidung tetap melestarikan warisan
nenek moyang sebagai tradisi ketimuran yang akan menambah perbendaharaan
khasanah budaya Nusantara.”
Suasana keakraban juga nampak sekali manakala semua tamu undangan menari bersama
dan Tidak ketinggalan Bupati Kabupaten Nunukan,Hj. Asmin Laura Hafid,Wakil
Bupati Nunukan,Ir.H.Faridil Murad,SE.MT serta tamu undangan dari lintas etnis,ikut
menari diiringi alunan musik khas Suku Tidung.”
“Disamping sebagaai ajang silaturahim merekatkan keakraban sesama warga Tidung,
Iraw Borneo Bersatu 2020,diharapkan akan semakin dikenalnya adat dan budaya
warga Perbatasan ke Manca Negara.“Even tersebut juga dapat menambah
keharmonisan hubungan sosial masyarakat Nunukan
yang multi etnis demi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).”
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ketua Umum Panitia Iraw Tidung Borneo
Bersatu“H.Surai”bahwa,Acara yang dilaksanakan hingga 15 Maret 2020 dihadiri 50
utusan Kampung Tidung dari perwakilan 4 Negara.”
“Dari Malaysi ada Delapan Kampung yang hadir dan 4 Kampung
dari Filipina,sisanya dari Brunai dan Indonesia seperti Kaltara,Jakarta dan
dari Sulaweis Utara,”Ujarnya./Rdm.
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























