Bangka,Lintas indonesia”Tim advokasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Bangka di bawah pimpinan Budiono SH yang menjabat sebagai Wakil ketua I yang membidangi advokasi melakukan jumpa pers di warkop Begagil Sungailiat,Kamis (26/11)
Dihadapan sejumlah awak media yang hadir pada acara jumpa pers tersebut Budiono SH menegaskan bahwa HNSI cabang kabupaten Bangka tidak tidur dan terus memantau tentang apa yang terjadi terhadap nelayan di kawasan kelurahan Matras dan sekitarnya.” Kita sudah turunkan tim dan sudah survei secara langsung kelapangan ” ujar Budiono.
Makanya melalui jumpa pers kita minta tolong kepada teman-teman pers yang hadir pada saat ini untuk menjadi penyambung lidah DPC HNSI cabang Bangka perihal advokasi ini.
Kami menilai bahwa banyak dari nelayan kita yang belum tahu aturan hukumnya sehingga sangat mudah terprovokasi sehingga terjadi pro dan kontra.
Perlu saya sampaikan terkait aktivitas pertambangan di kawasan laut Matras adalah Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) yakni PT.Timah Tbk yang legal dan syah secara hukum dan bukan ilegal.
PT Timah Tbk bekerja diatas IUP mereka sendiri, dan tata ruang atau zonasinya sudah ditetapkan oleh Provinsi Kepulauan Bangka -Belitung.
Kehadiran HNSI tidak pula mengenyampingkan kepentingan nelayan,” bagi kawan- kawan yang murni nelayan nelayan yang tidak terakomodir kepentingannya segara ke HNSI sebagai lembaga lex spesialis melindungi dan mengurusi persoalan nelayan
Jadi niat tulus dan yakinlah HNSI akan bersinergi dan berkerjasama bersama para nelayan.
Titik tegas hari ini adalah kita melakukan pendampingan kepada rekan rekan nelayan dan akan selalu ada ditengah- tengah nelayan.
Kami sampaikan kepada para pengusaha kemaritiman yang bekerja segeralah jalin komunikasi dan kerjasama yang saling menguntungkan.
Untuk itu kami berharap agar kawan nelayan segera merespon niat baik kita dan jangan salah faham.
Jadi posisi HNSI adalah penyeimbang, Karena kita tidak bisa menolak investasi meritim tetapi kita juga tidak bisa mengabaikan kepentingan nelayan karena kepentingan nelayan harus diutamakan.(Anuar)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























