
Jombang lintasindonesia.com
Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi(P3-TGAI) dengan realisai PKT dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global akibat pandemi covid 19,yang terjadi sekarang ini.
Program P3-TGAI merupakan pekerjaan pembangunan irigasi tersier yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat, dengan di berikan upah sehingga menambah penghasilan penduduk desa setempat,program ini dikerjakan secara swakelola hal ini sesuai dengan keputusan Permen PUPR No.34/2017.yang mengatakan penerima P3-TGAI membentuk tim,perencanaan,pembelian bahan,pelaksanaan dan pengawasan.pelaksanaan P3-TGAI tidak boleh ada keterlibatan pihak ke tiga dalam program ini.

Akan tetapi sangat berbeda yang ada di desa Catak Gayam Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang Jawa Timur. Justru yang diuntungkan dari program P3-TGAI dari pengerjaannya malah dikerjakan orang dari luar daerah, meskipun di Deaa tersebut banyak yang memerlukan pekerjaan.
Ketua Hipa,H.Bihono saat dikonfermasi di rumahnya mengatakan, “untuk tempat pembangunannya saya tahu dan untuk pelaksaannya dan pengerjaannya diatur/diambil alih kepala desa,warga petani Hipa tidak dilibatkan sama sekali dalam program ini”, jelasnya.
Menurut beberapa warga Catak Gayam,inisial Ui dan Ar yang masih kerabat dari anggota DPR RI,menyampaikan,”warga masyarakat Desa Catak Gayam sangat kecewa karena program P3-TGAI seharusnya dikerjakan oleh warga masyarakat petani atau Hipa, ini malah aneh pekerja semua dari luar daerah warga di sini hanya jadi penonton karena dikerjakan pihak ke 3/diborongkan.dalam pembangunan irigasi tersebut,urainya dengan nada kecewa.
Kepala desa Catak Gayam, H. Sugeng saat mau dikonfermasi dikantornya pada jum’at(09/07/2021)belum bisa ditemui untuk dikonfermasi.(usman)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























