SBB,LintasIndonesia-Agenda DPRD kabupaten Seram bagian barat masa sidang 1 tahun 2019 dalam rangka menyerap aspirasi rakyat yang dapat di lakukan melalui proses agenda reses yang dapat di atur dalam peraturan perundang-undangan.
Reses yang dilakukan oleh anggota DPRD Kab SBB Fraksi PDI Perjuangan Jodis Rumahsoal yang berlangsung di kecamatan Taniwel Desa Neniari Sabtu (16/11/2019).
Rumahsoal di dampingi oleh Bpk Minggus Akollo, Ibu Oliv Nuruwe dari kantor DPRD Kab SBB dan ketua PAC PDI Perjuangan Kec Taniwel Bpk Feri Rumakuay mereka di sambut dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah negeri Neniari.
Pertemuan yang berlangsung di gedung Pertemuan Sisine Nenali Nuruwe Lumabotoi Busamena yang di hadiri oleh pemerintah negeri, Badan saniri Negeri, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pendidikan SD, SMP dan masyarakat negeri Neniari.
Pertemuan rapat di pimpin oleh ketua PAC PDI Perjuangan Kec Taniwel Bpk Feri Rumakuay, dalam pertemuan di maksud Rumahsoal menjelaskan soal program pemerintah daerah sesuai dengan tugas dan fungsi DPRD yang dapat di uraikan dalam pembangunan di segala sektor yang di maksud oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Rumahsoal menambah bahwa atas amanat yang di berikan oleh masyarakat kabupaten Seram bagian barat khususnya kec Piru, Taniwel dan Taniwel timur ia berusaha keras dan berjuang atas hak – hak aspirasi rakyat yang belum di jangkau dan di prioritaskan antara lain, pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, ekonomi, perkebunan, sarana, prasarana dan infrastruktur serta bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak perusahaan untuk memperjuangkan pelayanan listrik dan Telkomsel khususnya di daerah pegunungan Kec Taniwel.
Berawal dari persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Neniari Kec Taniwel yang merupakan salah satu daerah pegunungan yang belum di jangkau oleh akses dan sarana prasarana, mengingat bahwa seluruh aktivitas dan koneksitas di seluruh daerah pelosok pegunungan Kab SBB SDH di jangkau oleh akses tetepi Desa Neniari belum di jangkau oleh pemerintah daerah kab SBB khususnya akses status jalan Riring, Rumahsoal – Neniari yang jarak kurang lebih 10 km dan infrastruktur lainnya yang harus di perjuangkan.
Oleh sebab itu berusaha dengan semaksimal mungkin untuk percepatan pembangunan di daerah pegunungan melalui proses infrastruktur jalan Desa Lohia Sapalewa dan Desa Laturake beserta beberapa kebutuhan masyarakat yang berada di Desa – desa Kec Piru, Taniwel dan Taniwel timur untuk di perjuangan secara bertahap dan Lima tahun depan.Ungkap Rumahsoal(Anwar Tiha)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























