
Bengkulu, lintasindonesia.co.id -Tak hanya ruas jalan saja yang mesti diperhatikan akan tetapi mulai dari pemeliharaan rutin jalan dan tebas bayang yang tak kalah penting nya, dikarena jika tebas bayang tidak dilaksanakan akan menjadi penutupan baju jalan sehingga pengendara tidak mengetahui jika ada bahu jalan tersebut berlubang atau pasangan siring.
Warno salah seorang warga Betungan mengatakan, ” tambalan jalan ( tambal sulam ) ini begitu mudah menggembur dan pecah seribu apalagi terus ditimpa air hujan sehingga batu aspal berserakan nggak tau kenapa kok bisa begitu karena saya kurang paham dengan kontruksi jalan “, jelas Warno
Pantauan ” tambal sulam dan tebas bayang baik yang sudah dikerjakan maupun yang belum dikerjakan diduga tidak sesuai aturan terlihat pada titik tebas bayang ruas jalan Nasional Betungan – Tais tepat nya dititik Desa cahaya negeri ( cengri ), itu terpantau dan diduga hanya 1 meter tebasan saja yang dikerjakan itupun hanya bahu jalan saja, semestinya dari hasil penelitian dan pengalaman itu lebih dari 1 meter dari sisi jalan, sementara itu untuk tambal sulam dari hasil pantauan media online Lintas Indonesia Perw Prov Bengkulu, tambal sulam yang dikerjakan oleh pihak terkait diduga dan terkesan asal tambal saja yang mana dibeberapa titik mulai dari ruas jalan Nasional simpang Sebakul – Betungan dan Ruas Jalan Nasional Simpang Betungan – Tais sudah beberapa titik yang mengalami penggemburan serta di ikuti berserak nya batu yang digunakan untuk tambal sulam tersebut, hal ini diduga kwalitas dan suhu aspal tidak sesuai aturannya “. Sampai berita ini tayang pihak terkait belum bisa dikonfirmasi dikarenakan untuk masuk kekantor tersebut terkendala ( Fikri ).
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























