Baturaja (OKU), Media Lintas Indonesia – Proyek jembatan pipa besi di Desa Negeri Ratu Kecamatan Lengkiti yang diduga pengerjaannya asal-asalan akan segera diperbaiki secepatnya oleh pihak rekanan. Pasalnya proyek yang dibiayai APBD Provinsi tahun anggaran 2020 ini oprit jembatan amblas dan rusak di dua titik, pangkal dan ujung jembatan karena tekanan beban tidak sesuai dengan kondisi jembatan.
Hasri mengatakan terkait persoalan dalam pemberitaan di media online yang lalu. Kepala Dinas PU BM dan Tata Ruang Provinsi Darma Budi sudah menurunkan tim PPTK PU BM Provinsi, konsultan dan pihak dari kontraktor juga turun untuk melakukan perbaikan pada bagian cor beton oprit jembatan amblas ataupun rusak tersebut. Kami dapat informasi ini dari Kepala Dinas PU BM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel melalui kawan media lewat via WhasAap, ucap Hasri salah satu Lembaga Omsi di OKU, Kamis (18/3/2021).
Kami (warga) bersyukur dan terima kasih pada pihak PU BM Provinsi dan kontraktor akan memperbaiki jembatan guna memperlancar pergerakan perekonomian warga Desa Negeri Ratu dan kalau bisa jangan terlalu lama, sebab sebagian besar warga berkebun dan petani mengandalkan jembatan ini untuk bawa hasil kebunnya, harap warga disela pembicaraan.
Menurut penjelasnnya, saat pembangunan jembatan pipa besi ini dari awal sampai selesai, kami selaku kontraktor PT. Indra Tri Ananda dalam pengerjaan jembatan ini melibatkan beberapa orang warga Desa Negeri Ratu, selebihnya membawa pekerja dari luar dan itupun sesuai dengan keahlian masing-masing. Untuk kerusakan ataupun komplain kita siap memperbaikinya, ungkap kepala tukang saat di lokasi proyek.
Tiba di lokasi beberapa pekerja melakukan pembongkaran cor beton oprit jembatan yang rusak. Ir. Jayanto Fajri Ilham, MT selaku PPTK PU BM Provinsi dan didampingi pihak rekanan (kontraktor) mengatakan, saat ini kami sedang melakukan perbaikan pada bagian oprit jembatan, apa lagi jembatan ini masih dalam pemeliharaan dan masih tanggung jawab pihak penyedia jasa dan kami konfirmasi atas perintah kepala dinas “segera konfirmasi, segera diperbaiki” dari itu kami langsung turun cepat ke lokasi, tandas Jayanto.
Untuk pengecoran cor beton oprit jembatan nanti kita gunakan besi, namun secara teknisnya kita padatkan dahulu timbunan ini dengan alat sampai maksimal. Kami minta kepada kades kalau bisa umurnya belum masuk, jangan dilewati kendaraan dulu dan sekarang kita sudah pasang rambu (pemberitahuan batas kendaraan yang akan melalui jembatan). Disini masyarakat harus tahu “Umur cor beton itu sendiri 28 hari, kalau 21 hari mungkin kekuatannya sudah masuk 90%.”
Tambah Jayanto jembatan pipa besi ini adalah penghubung desa dan punya kapasitas maksimal beban kendaraan yang harus dilalui. Menurut informasi kades, kabarnya ada truk yang lewat. Bobot dari kendaraan yang boleh melintas jembatan ini tidak lebih dari 3 ton, kalaupun melebihi 3 ton itu sudah menyalahi, dari itu kami akan berkoordinasi dengan kades jangan sampai truk melintasi jembatan dan hanya diperuntukan mobil kecil seperti Grand Max pick up. Kami berharap juga kepada masyarakat agar sama-sama menjaga dan memelihara jembatan supaya yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar, pungkas PPTK PU BM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel. (Adril/Tim)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























