Medialintasindonesia.co.id, BUNGO – Puluhan gabungan mahasiswa dari beberapa kampus di Kabupaten Bungo mendatangi gedung kantor DPRD Bungo.Senin(22/03/2021)
Dalam Pertemuan mahasiswa tampak dihadiri oleh pimpinan DPRD Bungo, Kapolres Bungo, Dandim 0416/Bute.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum komunikasi mahasiswa Bungo tersebut mempertanyakan terkait aktivitas PETI di Bungo.
Menurut mereka, aktivitas PETI di Bungo terus berjalan. Bahkan mereka menuding aparat penegak hukum yang ada di Bungo sudah bermain didalam aktivitas tersebut.
Dan Mahasiswa juga meminta kejujuran dari Datuk Sinaro Putih Dusun Batu Kerbau yang dikabarkan sebagai pemilik lokasi hutan adat yang digarap oleh cukong PETI di Bungo.
“Ke mana dan berapa setoran uang itu ” kata Fadoli mahasiswa yang mencecar pertanyaan ke Datuk Sinaro Putih.
Datuk Sinaro Putih mengakui bahwa mereka memang menerima fee atau setoran dari pemilik alat berat yang masuk kedalam kawasan hutan adat Datuk Sinaro Putih.
“Per alat kami terima Rp 10 juta per alat berat,” ungkap Datuk Sinaro Putih.
Uang tersebut kami alirkan kepada kepala kampung untuk kemudian disalurkan kepada masjid, panti asuhan dan lain sebagainya.
Mahasiswa menuding jika setoran tersebut tidak hanya itu saja, namun ada juga setoran untuk yang lainnya seperti oknum pemerintah dan oknum penegak hukum, dan lain sebagainya.
“tidak usah takut intervensi tuk,” ungkap mahasiswa.
Pimpinan dewan juga meminta agar Datuk Sinaro Putih jujur dalam memberikan jawaban didalam forum ini.
Darmawan anggota komisi 111 DPRD Bungo juga mengatakan “Kami mendukung aktivitas PETI di Bungo dibubarkan, karena itu sangat merusak lingkungan,”
Terkait dengan itu, Mahasiswa membuat mosi tidak percaya terhadap penegak hukum dan memberikan kartu merah kepada pemerintah Kabupaten Bungo
“Kami berikan mosi tidak percaya, dan kami memberikan kartu merah kepada pemerintah,” ungkap fadoli.
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























