SBB – Media LintasIndonesia.Co.Id
Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Seram Bagian Barat telah memanggil beberapa instansi yang membidangi terkait masalah Kurang Gizi di Dusun Waisala, Desa Waisala.
Rapat dipimpin langsung oleh, Wakil Ketua I DPRD SBB, Arifin Fotlan Kamis (9/1/20)
Adapun instansi yang terlibat Dinas Kesehatan SBB dihadiri Kepala Dinas Dr Anis Tappang, Kepala BK- SDM Manan Tuarita, Kepala Dinas Sosial Josep Rahantan, Camat Waisala Usman, Pejabat Desa Waisala Hasan Samal serta Ketua BPD dan Kepala Puskesmas Waisala Acmad Tanloton.
Sebelum pembahasan disisip dengan paparan dari Komisi I DPRD SBB, yang memaparkan fakta terhadap penderita kurang gizi di Desa Waisala, disaat itu, Sekertaris komisi I Eko Budiono telah menjelaskan secara rinci terhadap penderita diduga gizi buruk atas nama Fatin dan dua orang lainya.
Setelah itu para anggota DPRD yang dipandu pimpinan rapat memberikan kesempatan kepada instansi terkait yang berkompten dalam masalah di Desa Waisala untuk mempapar pandangan mereka dalam bidang masing – masing
Selanjut dari penyampaian instansi terkait tersebut mendapatkan komentar yang beragam dari kalangan anggota DPRD.
Dalam komentar para anggota DPRD, ada yang mengakaji terkait Kinerja Dinas Kesehatan SBB, terhadap masalah kurang gizi di Waisala, Menekan Dinas Sosial untuk evaluasi kembali data kemiskinan serta para masyarakat penerimaan bantuan Program Keluaraga Harapan (PKH).
Kemudian dalam fersi Pejabat Desa Waisala, Dirinya meminta kepada BK- SDM dan Dinas Kesehatan untuk segera evaluasi Kepala Puskesmas Waisala, terhadap kenirjanya
Usai rapat bersama Wakil Ketua I DPRD Arifin Fotlan menjelaskan kepada Wartawan
Telah berlangsung rapat bersama dengan melibatkan Komisi satu, dua dan komisi tiga serta beberapa dinas terkait.
Guna membahas masalah kurang gizi yang menjadi temuan dari komisi I pada Dusun Ulusadar, Desa Waisala. Dari hasil rapat terdapat dua pelemik ada yang mengatakan Gizi buruk dan kurang gizi. Sehingga telah direkomendasikan 8 poin untuk disikapai bersama.
Untuk Dinas Kesehatan telah melakukan klarifikasi bahwa yang terjadi bukanlah gizi buruk melainkan kurang gizi, Dan penjelasan secara akurat sehingga dari DPRD akui itu, terjadinya kurang gizi itu karena dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan pelayanan pendidikan. Kata Fotlan
Dan Wakil I DPRD pun berharap kepada Dinas Kesehatan agar sering melakukan menetoring di setiap puskesmas yang ada di SBB, terus lakukan evaluasi sehingga pihak puskesmas dapat memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat.
“Harapan kami progaram kesehatan dan pendidikan harus dikembangkan, oleh Pemda guna menjawab kebutuhan masyarakat.
Serta kami meminta dukungan dari seluruh Stokholder agar bersama- sama kita berperan membatu untuk meringankan beban di masyarakat” Pinta Fotlan.
Lanjut Fotlan ” Untuk Kepala Puskesmas waisala sendiri, kami meminta untuk dievaluasi kinerjanya, bukan dicopot atau sebagainya karena mekanisme itu berada dalam peraturan bupati sendiri” Pungkasnya.
(DK/AT)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























