Subulussalam-lintasindinesia.co.id Paska Wali Kota Subulussalam Affan Alfian Bintang menghadiri serah terima jabatan (Sertijab) Camat, oleh Baginda Maju, kini dijabat oleh Hotma Capah. mengimbau masyarakat agar jangan mudah terpengaruh provokasi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang beredar dimetsos
“Jangan mudah terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, mari bekerjasama melakukan program-program yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan daerah kota Subulussalam,” kata Affa Alfian Senin 1 Maret 2021 lalu
Dugaan lahirnya himbauan Walikota tersebut disebabkan banyaknya keritikan terhadap pengelolaan dan kebijakan Pemerintahan Kota Subulussalam dari segala Apspek melalui Media Online, Cetak, dan Media Elektronik, bahkan melalui Media Sosial
Sudah barang tentu lahirnya keritikan demi keritikan bukan tanpa alasan. Dalam 4 bulan terakhir tahun 2020 lalu secara resmi sejumlah Aktivis Ormas, LSM, Mahasiswa, bahkan Masyarakat yang tergabung didalamnya gencar melakukan demontrasi serta menyuarakan berbagai tuntutan sebagai aspirasi masyarakat.
“Masyarakat berhak untuk mengkeritik serta mengkoreksi sebagaimana sudah di atur dalam UUD 1945 pada pasal 28, yang mana menetapkan bahwa hak warga negara mengeluarkan pendapat dengan lisan maupun tulisan,”
Diduga Sampai saat ini pihak Pejabat Pemko belum ada memberikan jawaban dan bukti dari tuntutan tuntutan itu. Itu pulalah yang jadi penyebab kritikan demi keritikan terus berlanjut, sehingga lahir stetmen jangan mudah terprovokasi.
Sementara mantan Walikota Subulussalam H. Merah Sakti, S.H yang beliau sampaikan melalui konfrensi pers 4 Maret 2021 di rangkang kopi
Dalam pernyataan sikapnya H. Merah Sakti mengecam stetmen Walikota Subulussalam mengatakan para pengkiritisinya sebagai provokaktor yang berusaha memprovokasi masyarakat Pemko Subulussalam, bahkan Walikota Subulussalam terkesan mengekang kebebasan berbicara dan berpendapat masyarakat artinya merasa resah dan kegalauan. sebut Sakti
Semua kiritikan yang ditujukan kepada Walikota Subulussalam dapat dibuktikan kebenarannya, mulai dari pengelolaan keuangan daerah, pengangkatan ASN, serta hal yang terkecil seperti padamnya lampu jalan, semua itu nyata. Ujarnya Sakti dalam konfrensi pers tersebut
Disela-sela konferensi pers tersebut, Bahagia Maha Ketua Praksi Granat sekaligus Wakil Ketua Komisi A DPRK Subulussalam yang hadir dalam konfrebsi pers tersebut mengatakan pihaknya membenarkan dan mendukung pernyataan sikap H. Merah Sakti
Disamping itu, Bahagia Maha juga menyampaikan akan menyeret mereka sebagai pengelola anggaran bansos covid sebanyak 15 paket sembako, dan program lelang jabatan dalam Rapat Dengar Pendapat di DPRK. Dan bila RDP tersebut terkendala, maka pihaknya akan menunggu membahasnya di sidang peripurna nanti. tegasn Bahagia
Selain itu. Merah Sakti menambahkan dimasa kepemimpinan saya defisit hanya 32, M sekarang baru berjalan 2 tahun kok defisit pemerintah kota Subulussalam membengkak dan melejit ada apa sebenarnya kota Subulussalam ini dikemanakan uangnya. Ujarnya
“Seorang pemimpin itu harus tau ilmu politik, ilmu ekonomi dan ilmu kepemerintahan,” teranya
Sakti kembali, hal ini juga kita minta kepada Kajari baru agar melanjutkan kinerja Kajari lama usut permasalahan yang ada di kota Subulussalam, harus di tindak lanjuti, apa bila tidak kami tidak segan-segan akan melaporkan ke kajati, kekajagung, ke Kapolri, KPK, dan sekalipun kepresiden tutup Sakti (M.Pohan)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























