
Dusun Pendeng Yang Terabaikan
Mempawah,lintasindonesia.co.id -Negara republik Indonesia merdeka sejak tahun 1945, terhitung 78 tahun sudah kemerdekaan itu kita raih dan kita lalui.
Selama 78 tahun juga Indonesia mandiri disegala hal, termasuk pengelolaan sumberdaya alam yang terkandung dibumi Indonesia serta memanfaatkan hasil bumi tersebut untuk kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sehingga hasil kemerdekaan yang telah kita raih tersebut bisa dinikmati oleh rakyat diseluruh pelosok nusantara ini. Termasuk masyarakat kalimantan khususnya kalimantan barat,namun paktanya kemerdekaan,kesejahteraan serta kemakmuran tersebut tidak merata dinegri ini.
“Ternyata tidak semua rakyat menikmati hasil kemerdekaan tersebut, salah satu diantaranya masyarakat diDusun Pendeng, Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah kalimantan barat.
Dusun Pendeng ini memiliki 82 KK ( Kepala Keluarga) serta dihuni kurang lebih oleh 500 jiwa. Dusun Pendeng ini merupakan perbatasan antara Kabupaten Mempawah dengan Kabupaten Bengkayang.
“Dusun Pendeng ini terlihat sangat menyedihkan, karena sangat jauh berbeda dengan dusun dusun lain yang berada disekitarnya, Pendeng seperti dusun yang sengaja diabaikan oleh pemerintah, terutama pemerintah Kabupaten Mempawah. Karena tidak tersentuh pembangunan terutama akses jalan raya yang sangat sulit dilalui apa lagi saat musim penghujan.
Selain itu kampung ini belum teraliri listrik PLN, sehingga apa bila malam tiba Dusun ini minim penerangan dan gelap gulita untuk penerangan.
Masyarakat Pendeng masih menggunakan pelita minyak dan sebagian dari mereka menggunakan genset yang menggunakan biaya cukup besar, walau mereka menyadari akan beban biaya genset yang cukup besar, namun terpaksa tetap mereka gunakan karena tidak ada pilihan lain.
Salah satu tokoh masyarakat Pendeng Rahaman saat ditemui wartawan lintas indonesia menjelaskan, bahwasanya kampung Pendeng ini sudah ada sebelum Indonesia ini merdeka, jadi kampung ini bukanlah kampung baru namun kami sangat kecewa dengan pemerintah karena tidak ada samasekali perhatiannya kepada kampung kami ini, lanjut Rahaman.
Mereka yang dari luar dari kota para pejabat serta anggota dewan datang kekampung kami ini hanya 5 tahun sekali disaat mereka membutuhkan suara kami saat PILPRES,PILKADA DAN PILEG saja, setelah pesta demokrasi itu selesai mereka tidak pernah kelihatan lagi dan janji tinggallah janji saja. “Kami sebenarnya sudah muak dengan janji mereka.
Karena saking jengkelnya, terkadang terlintas difikiran kami rasanya kami tidak ingin memilih dan tidak ingin memberikan hak pilih kami, karena percuma saja.
Selain itu wartawan lintas indonesia menemui mantan Kepala Dusun Pendeng yang menjabat selama dua periode, yang bernama Ino. Ia juga mengatakan hal yang serupa, bahkan menurut mantan Kadus ini setiap musrembang selalu diusulkan masalah listrik dan akses jalan raya, namun tidak ada samasekali respon positif dari pihak pemerintah, karena sampai saat ini kampung kami masih gelap gulita.
Disaat malam tiba serta jalan yang saat ini ada itu merupakan jalan dari hasil swadaya masyarakat Pendeng itu sendiri, serta bantuan dari perusahaan perkebunan yang ada disekitar dusun kami ini, ” kata Ino.
Lebih lanjut, Ino menjelaskan apabila musim penghujan tiba jalan utama di Pendeng ini tidak mampu dilalui selain licin juga sebagian putus terendam air, bahkan sering kami masyarakat Pendeng ini tidak mampu keluar kampung beberapa hari, apabila curah hujan yang cukup tinggi.
Masyarakat Pendeng sangat kecewa dengan pemerintah terutama pemerintah kabupaten Mempawah yang tidak peduli dengan nasif masyarakat kami diPendeng ini.
“Kami merasa dianak tirikan dan kami juga merasa kampung kami seakan akan dibuang oleh pemerintah. kami masyarakat Pendeng sangat berharaf kepada pemerintah tolong perhatikan jalan raya kami. Tolong alirkan listrik kekampung kami dan tolong buktikan kepada kami masyarakat Pendeng kalau Pendeng itu benar benar merdeka seperti kampung kampung yang lainnya.” tandasnya.
(Asm)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























