
Sumenep, Lintasindonesia.ci.id- Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) mengirimkan Surat Permohonan Dana dengan nomer surat 001/FKDPI/IX/2022 tertanggal 12 September 2022. Surat permohonan ini beredar di berbagai group Watshapp.
Surat permohonan dana ini dibuat dalam rangka untuk menghadiri rapat kordinasi (Rakor) Dewan Pendidikan Indonesia di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu hingga Minggu, 24 sampai 25 September 2022. Surat itu meminta bantuan dana untuk akomodasi 11 anggota DPKS dalam menghadiri rakor tersebut.
Surat permohonan bantuan dana tersebut membuat protes sejumlah kalangan. Alasannya, DPKS merupakan lembaga negara yang dapat kucuran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)di Sumenep. Ironisnya, urusan rakor malah meminta proposal.
Ibnu Hajar Pemerhati Pendidikan di Kabupaten Sumenep mengaku kecewa keluarnya surat permohonan bantuan dana urusan rakor itu. Karena, rakor merupakan kegiatan kedinasan, seharusnya dibiayai oleh negara. “Sangat kami kecewa dengan munculnya proposal dana DPKS ini,” katanya.
Menurutnya, DPKS merupakan lembaga negara yang dibiayai oleh APBD. Akan tetapi, sayangnya masih meminta-minta dana untuk menghadiri rakor. “Kok bisa-bisanya minta dana, termasuk ke orang parpol. Ini gejala apa ya,” paparnya.
Seharusnya, kata dia, lembaga negara ini bisa menggunakan uang negara. “Tidak tahu, jika memang pemkab Sumenep dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) sudah bangkrut. Kasihan bupati jika begini,” tuturnya.
Dia menambahan, jika permohonan itu benar, maka budaya meminta-minta sudah masuk ke lembaga pemerintah. “Kalau budaya meminta sudah ke lembaga pemerintah, maka ini masuk tragedi kebudayaan,” ungkapnya..
Ketua DPKS Sumenep Mulyadi belum bisa dikonfirmasi terkait ini. Saat dihubungi telpon Watshapp tidak ada respon. Demikian pula dengan pesan yang dikirim melalui Watshapp juga tidak mendapatkan balasan.
Sekretaris DPKS Amir Syarifuddin juga tidak memberikan komentar banyak. Saat dihubungi hanya menjawab sedang di jalan, dan meminta untuk disampaikan lewat pesan Watshapp. Namun, saya dihubungi, tetap tidak mendapatkan respon. (Yast)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























